Event & Budaya

10 Tradisi Natal Unik dan Magis dari Berbagai Belahan Dunia

10 Tradisi Natal Unik dan Magis dari Berbagai Belahan Dunia
Daftar Isi
  1. Jepang, Skotlandia, dan Austria
  2. Australia, Amerika Serikat, dan Peru
  3. Italia, Polandia, Jerman, dan Inggris

Perayaan Natal di berbagai belahan dunia dirayakan dengan beragam cara unik, mulai dari ritual turun-temurun hingga kebiasaan baru yang tercipta dari perpaduan budaya. Berdasarkan ulasan dari Condé Nast Traveler, berikut adalah sepuluh tradisi Natal paling menarik yang dilakukan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Jepang, Skotlandia, dan Austria

Di Jepang, Natal tidak diakui sebagai hari libur nasional, tetapi masyarakatnya tetap merayakan hari tersebut dengan menyantap ayam goreng Kentucky Fried Chicken. Tradisi ini bermula dari kampanye pemasaran pada tahun 1974 dengan slogan “Kentucky for Christmas”, yang membuat banyak keluarga harus memesan ember ayam jauh-jauh hari sebelumnya, dilengkapi dengan kueショートケーキ (shortcake) stroberi. Sementara itu, di Skotlandia, fokus perayaan justru beralih ke malam Tahun Baru yang disebut Hogmanay, di mana jalanan dipenuhi pesta, lagu Auld Lang Jpny dinyanyikan, dan tradisi “first-footing” dilakukan untuk mendatangkan keberuntungan di tahun yang baru.

Adapun di Austria, perayaan Natal memiliki sisi yang lebih menegangkan dengan kehadiran Krampus, sesosok makhluk bertanduk menyeramkan yang mendampingi Santo Nikolas pada tanggal 5 Desember. Sosok Krampus bertugas menakut-nakuti atau menghukum anak-anak nakal, sementara Santo Nikolas memberikan hadiah kepada anak-anak yang berkelakuan baik. Tradisi ini kini dirayakan melalui parade Krampuslauf, di mana warga mengenakan topeng bertanduk dan kostum berbulu di jalanan kota pegunungan.

Australia, Amerika Serikat, dan Peru

Berbeda dengan negara-negara di belahan bumi utara yang menghadapi musim dingin, Australia merayakan Natal di tengah musim panas sehingga perayaannya sering kali berpusat di pantai. Menurut Lauren Burvill, penulis perdagangan senior Condé Nast Traveler, makan siang Natal tradisional di Australia biasanya berupa hidangan makanan laut, ham panggang dingin, aneka salad, dan makanan penutup pavlova, yang dilanjutkan dengan bermain kriket di halaman belakang atau pantai serta melihat Seluncur Santa di atas perahu penyelamat.

Di wilayah Southern California, Amerika Serikat, pemandangan salju digantikan oleh kehadiran Santa yang berselancar di atas ombak. Megan Spurrell, direktur artikel asosiasi Condé Nast Traveler US, menjelaskan bahwa banyak keluarga pergi ke pantai di Manhattan dan Hermosa Beach untuk menyaksikan Surfing Santa yang mengenakan kostum lengkap sambil menghibur warga sekitar. Sementara itu, saat Megan menghabiskan Natal di Lima, Peru, perayaan dimulai tepat pada tengah malam tanggal 24 Desember yang ditandai dengan ledakan kembang api di seluruh kota dan pesta yang berlangsung hingga dini hari.

Italia, Polandia, Jerman, dan Inggris

Italia merayakan musim liburan dengan makanan sebagai pusat perayaan, serta tradisi La Befana, sesosok wanita tua mirip penyihir yang terbang dengan sapu pada malam tanggal 5 Januari untuk meninggalkan hadiah atau batu bara manis bagi anak-anak keesokan paginya. Di Polandia, malam perayaan Wigilia dimulai ketika bintang pertama muncul di langit dengan menyajikan dua belas hidangan tanpa daging, termasuk pierogi buatan rumah. Di Jerman, tradisi tukar kado yang disebut Schrottwichteln mengharuskan partisipan membawa barang-barang tidak berguna, aneh, atau konyol yang tidak mereka inginkan untuk saling dipertukarkan dalam suasana penuh gelak tawa.

Di Inggris, perayaan Natal diwarnai dengan berbagai kebiasaan lokal di tiap daerah, seperti tradisi terjun ke laut dingin pada Hari Boxing Day di beberapa kota pesisir untuk amal. Selain itu, masyarakat di Cornwall memiliki tradisi berkumpul di pub lokal untuk bernyanyi bersama menyanyikan lagu rakyat dan shanty laut yang dikenal sebagai Cornish shout. Lucy Bruton, manajer media sosial Condé Nast Traveler, menuturkan bahwa acara kumpul di pub kecil yang hangat ini menjadi salah satu pengalaman magis di Cornwall untuk menyanyikan lagu-lagu favorit seperti Trelawney dan Cornwall My Home.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *