Daftar Isi
Thomas Cook (India) Limited (TCIL) melaporkan kinerja keuangan yang tangguh pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 (Q2 FY27). Perusahaan mencatatkan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp848 juta, stabil dibandingkan dengan Rp845 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun menghadapi dampak konflik di Asia Barat.
Kinerja Keuangan Konsolidasi
Total pendapatan TCIL untuk Q2 FY27 tercatat sebesar Rp20.030 juta, mengalami penurunan lima persen secara tahunan (y-o-y). Untuk semester pertama tahun fiskal 2027, total pendapatan mencapai Rp41.560 juta. Hingga 30 September 2026, perusahaan memegang kas dan investasi jangka pendek senilai Rp28.430 juta, meningkat dari Rp26.488 juta pada akhir Juni 2026.
Lembaga pemeringkat CRISIL telah menegaskan kembali peringkat ‘CRISIL AA/Stable’ untuk fasilitas bank jangka panjang TCIL, serta peringkat ‘CRISIL A1+’ untuk fasilitas bank jangka pendek dan utang jangka pendek perusahaan.
Segmen Layanan Keuangan dan Perjalanan
Segmen Layanan Keuangan menunjukkan pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 21 persen y-o-y pada Q2 FY27. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan penjualan ritel sebesar 12 persen, dengan segmen pendidikan melonjak 33 persen. Selain itu, adopsi digital melalui layanan seperti Video KYC mencapai rekor tertinggi dengan lebih dari 5.191 transaksi pada kuartal tersebut.
Di sisi lain, bisnis perjalanan di India menunjukkan pemulihan dengan margin EBIT sebesar 3,8 persen. Segmen perjalanan domestik dan jarak pendek menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sementara itu, bisnis Destination Management Services (DMS) internasional di wilayah seperti Amerika Serikat dan kawasan GCC masih terdampak oleh faktor geopolitik, yang menyebabkan penurunan pendapatan pada segmen tersebut.
Hospitality dan Digital Imaging
Bisnis Leisure Hospitality, yang mencakup Sterling Holidays dan Nature Trails, mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan mengoperasikan 83 resor hingga September 2026, naik 20 persen y-o-y. Tujuh resor baru dibuka selama Q2 FY27, termasuk di Jagdalpur, Agra, dan Varanasi. Tingkat okupansi dan tarif kamar rata-rata (ARR) masing-masing meningkat 52 persen dan 9 persen y-o-y.
Untuk segmen Digital Imaging Solutions (DEI), langkah-langkah pengendalian biaya yang dimulai pada kuartal pertama berhasil menekan kerugian dari Rp208 juta menjadi Rp76 juta pada Q2 FY27. Perusahaan juga terus memperluas kemitraan strategis di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Maladewa.
Prospek Masa Depan
Managing Director & CEO Thomas Cook (India) Limited, Mahesh Iyer, menyatakan bahwa kinerja kuartal ini menunjukkan ketahanan grup TCIL. Menurut Mahesh, fokus pada disiplin eksekusi dan margin membantu perusahaan mengimbangi kekurangan dalam bisnis perjalanan. Perusahaan tetap optimistis terhadap momentum perjalanan liburan di India, dengan pemesanan ke depan menunjukkan pertumbuhan sehat sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu, meskipun terdapat tekanan dari kenaikan harga tiket pesawat dan biaya input lainnya.
Sebagai langkah strategis, TCIL terus memperluas jaringan ritel di India dengan membuka enam gerai baru di berbagai kota, serta meningkatkan teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan fitur kustomisasi rencana perjalanan (DynaPack).







