Perusahaan pengelola perhotelan TajGVK Hotels & Resorts Limited secara resmi mengubah nama korporatnya menjadi Krishna GVK Luxury Hotels Limited. Perubahan nama ini mulai berlaku setelah Kementerian Urusan Korporat India menerbitkan Sertifikat Inkorporasi baru pada 30 Oktober 2026.
Langkah penamaan ulang ini dilakukan menyusul pergeseran struktur kepemilikan perusahaan. Pada Desember 2025, The Indian Hotels Company Limited (IHCL) menyetujui penjualan seluruh sahamnya sebesar 25,52 persen kepada keluarga promotor GVK-Bhupal. Seiring dengan perubahan tersebut, para direktur yang ditunjuk oleh IHCL secara resmi mengundurkan diri dari dewan direksi pada 30 Desember 2025. Perusahaan yang awalnya dibentuk pada 1995 sebagai usaha patungan ini kini sepenuhnya dimiliki dan dipimpin oleh keluarga GVK-Bhupal.
Hotel Tetap Beroperasi di Bawah Merek Taj
Meskipun nama entitas korporat berganti, seluruh unit hotel yang berada di dalam portofolio perusahaan akan tetap beroperasi menggunakan merek Taj. IHCL terus menjalankan operasional seluruh hotel melalui perjanjian manajemen jangka panjang. Oleh karena itu, para tamu, karyawan, dan mitra bisnis tidak akan mengalami perubahan terkait merek, standar, maupun kualitas layanan.
Saat ini Krishna GVK memiliki enam hotel yang beroperasi di beberapa kota utama di India, meliputi Hyderabad, Chennai, Chandigarh, dan Mumbai. Properti tersebut di antaranya Taj Krishna, Taj Deccan, dan Vivanta Begumpet di Hyderabad, Taj Club House di Chennai, Taj Chandigarh, serta Taj Santacruz di Mumbai yang dimiliki melalui anak perusahaannya, Greenwoods Palaces & Resorts Private Limited.
Ekspansi Portofolio dan Rencana Mendatang
Perusahaan kini bersiap memasuki fase pertumbuhan baru dengan merambah pasar Bengaluru melalui pembukaan Taj Yelahanka. Hotel mewah berkapasitas 256 kamar ini menjadi properti pertama yang diluncurkan di bawah nama Krishna GVK pada akhir November, sekaligus menambah jumlah portofolio menjadi tujuh hotel.
Joint Managing Director Krishna GVK Luxury Hotels Limited, Krishna Bhupal, menjelaskan bahwa perubahan nama ini menandai dimulainya babak baru bagi perusahaan dengan fokus memperluas portofolio di pasar-pasar hotel potensial di India. Ia menambahkan bahwa setelah rampungnya proyek di Bengaluru tersebut, posisi utang bersih perusahaan tetap minimal dan didukung oleh neraca keuangan yang kuat untuk melakukan ekspansi, baik secara organik maupun anorganik.








